18
Mei
09

Refleksi Ke-21

Saat ini pukul 02.00 dini hari, tepat tanggal 14 Mei 2009. 21 tahun yang lalu aku dilahirkan, dan detik ini alhamdulillah aku masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk menentukan pilihan. Mau baikkah? Atau burukkah? Itu pilihan! Karena Allah selalu memberi kita 2 pilihan, baik buruk, benar salah, hidup mati, syurga neraka. Tidak ada yang diantara keduanya.

Kini, usiaku semakin bertambah, itu berarti jatah hidupku di dunia ini semakin berkurang. Sejenak bermuhasabah diri, seringkali aku diliputi berbagai pertanyaan. Di usia ini, apa saja yang telah kudapatkan? Sudah bisa apa? Sudah seberapa bermanfaat? Bagaimana pendapat orang disekeliling mengenai diriku? Bagaimana pandangan Allah terhadapku?

Jika satu detik kedepan, maut menjemput dan aku harus meninggalkan dunia ini. Amalan apa yang bisa kubanggakan dihadapan-Nya?

Allah memang lebih tau dosaku daripada diriku sendiri. Dan aku tidak pernah tahu amalan yang mana yang diterima oleh-Nya. Namun seringkali aku lalai dengan perintah-Nya, merasa lelah, merasa cukup, dan watados (read: wajah tanpa dosa). Tidak tahu diri!

Tapi, aku yakin Allah senantiasa melimpahkan Rahman dan Rahimnya, hingga sampai di usia ini Allah tetap setia dan tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang berusaha mendekat pada-Nya. (Allah… istiqomahkanlah…). Meski nafsu kadang tak terkendali, meski syaithan senantiasa menggoda, hingga dosa senantiasa ditampakkan indah olehnya… (Naudzubillah…)

“Fabiayyi alaa irobbikuma tukadzhiban?
Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan? “

***

Di sini, di catatan refleksi ke-21, dengan penuh harap aku bermohon ampunan kepadamu Ya Rabb, untuk setiap perbuatan, perkataan, niat, serta lintasan pikiran yang tidak engkau ridhoi, tuntunlah aku untuk mendapatkan ridho-Mu…

Meski aku malu, meski aku tahu aku berlumur dosa, meski seringkali aku melanggar perintahmu…

Wahai Dzat yang jiwaku berada di tanganmu…

Ampunilah aku…
Aku takut akan siksa-Mu…
Aku tidak mau masuk ke neraka-Mu…
Aku ingin melihat wajahmu tersenyum padaku, di syurga kelak…
Dan di sisa usia ini, aku mohon keberkahan usia, kebersihan hati, serta kejernihan pikiran, luruskan niatku dan jadikanlah hati ini tidak pernah luput dari mengingat-Mu, aku takut kehilangan-Mu Ya Rabb, aku takut Engkau meninggalkanku…

***

Untuk orang-orang yang pernah mengenal seseorang bernama Sri Novi Fitriyani, pahamilah bahwa biar bagaimanapun dia adalah manusia biasa, yang memiliki potensi hina dan mulia, tidak selamanya benar layaknya malaikat, tidak selalu salah layaknya syaithan. Maka dari itu, mohon untuk saling mengikhlaskan, mengingatkan dan mendoakan, semoga kita dipertemukan di tempat yang jauuuh lebih baik. Syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…

Usia yang panjang tidak menjamin kemuliaan seseorang, karena kita ditentukan oleh akhir kehidupan kita. Happy ending or sad ending? Itu juga pilihan… Emm, jadi teringat sebuah nasihat, kurang lebih seperti ini…

Perhatikanlah hatimu, karena itu akan menjadi perkataanmu…
Perhatikanlah perkataanmu, karena itu akan menjadi perbuatanmu…
Perhatikanlah perbuatanmu, karena itu akan menjadi kebiasaanmu…
Perhatikanlah kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu…
Perhatikanlah karaktermu, karena itu akan menjadi nasibmu…
Perhatikanlah nasibmu, karena itu akan menjadi akhirmu…

Ya Rabb, wafatkanlah aku dalam keadaan khusnul khatimah…
Wafatkanlah aku dalam keadaan syahid…

***

Saat ini tiada pilihan lain selain harus terus memperbaiki diri, cari ilmu, lakukan revolusi pemikiran, dobrak potensi, istiqomah, sabar, dan tawakkal. Karena kita akan memperoleh sesuai dengan apa yang kita usahakan. Yakin Allah akan selalu memberikan yang terbaik, insyaallah…!

Every day, must be better day!
^_^ Ganbatte Kudasai…!

“Ya muqallibal qulub, tsabbit qolbi alaa diinik wa’ala tho ’atik…
Wahai yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini pada agama dan ketaatan ”.


4 Responses to “Refleksi Ke-21”


  1. 1 rusli
    19 Mei 2009 pukul 4:44 AM

    bagus lumayan, yo yen isoh diwenehi nomer surat utowo nomer ayat ke piro, contoh. QS. 55:…

  2. 2 afendi
    22 Mei 2009 pukul 11:36 AM

    Tuhan akan memberikan segalanya, hidayah, rahmat..dan ampunan bagi yang memintanya dan yang mau diberiNYA..merasakan kehadiran ALLAH setiap saat merupakan keniscayaan bagi siapapun..rahasia bahagia sepanjang zaman adalah Ma’rifatullah..sudah seberapa besarkah usaha qta untuk mendapatkan ilmu ini..ilmu baghagia..ilmu berjumpa denganNYA…Rabb cukupkan hati hambau yang ulang tahun ini hanya denganMU..bukakanlah..hijab hatinya agar bisa melihat realitas kehadiranMU..laa maujuda illallah..
    wa shllallahu ‘ala muhammadin wa ‘ala aalihii wa ash habihii..wa sallam

  3. 3 afendi
    22 Mei 2009 pukul 11:37 AM

    ralat =hambau= hambaMU

  4. 28 Mei 2009 pukul 4:38 AM

    Assalamu’alaikum wr,wb..
    Ukhti mari kita simak 6 pertanyaan berikut ini :

    1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?
    2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?
    3. Apa yang paling BESAR di dunia ?
    4. Apa yang paling BERAT di dunia ?
    5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?
    6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?

    Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya…

    Pertama,
    “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.
    Murid-muridnya menjawab : “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.
    Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.
    Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.
    Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
    mati (Q.S. Ali Imran 185)

    Kedua,
    “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.
    Murid -muridnya menjawab : “negara Cina, bulan, matahari dan
    bintang-bintang”.
    Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu
    adalah BENAR.
    Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.
    ?Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
    Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
    dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

    Ketiga,
    “Apa yang paling besar di dunia ini?”.
    Murid-muridnya menjawab : “gunung, bumi dan matahari”.
    Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.
    Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.
    Al-A’Raf 179).
    Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
    kita ke neraka.

    Keempat,
    “Apa yang paling berat di dunia ini?”.
    Ada yang menjawab : “besi dan gajah”.
    Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah
    MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
    Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
    Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
    Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga
    banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang
    amanahnya.

    Kelima,
    “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
    Ada? yang menjawab : “kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
    Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini
    adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
    Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita
    meninggalkan sholat.

    Dan pertanyaan keenam adalah,
    “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
    Murid-muridnya menjawab dengan serentak : “pedang”.
    BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.
    Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan
    saudaranya sendiri.

    Ukhti “kullu banii aadama khattaun wa khairu khattaiina attawabiin” semua bani Adam mempunyai kesalahan dan sebaik – baik yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat. Ya, itulah manusia tdk akan p’nah lepas dari kesalahan apa yg ukhti lakukan sangat tepat, memohon ampun kepada Allah dan orang2 yg ukhti kenal. Insya Allah semua yg membaca tulisan ukhti diatas sudah mengikhlaskan dan memaafkan segala kesalahan yg p’nah ukhti perbuat. tinggal saya ukhti, t’nyata dari 6 p’tanyaan diatas saya juga telah keliru menjawabnya, Imam Ghazali benar bahwa yang paling DEKAT itu adalah KEMATIAN. yang paling JAUH itu adalah MASA LALU. yang paling BESAR itu adalah NAFSU. yang paling BERAT itu adalah MEMEGANG AMANAH. yang paling RINGAN itu adalah MENINGGALKAN SHALAT dan yang PALING TAJAM itu adalah LIDAH MANUSIA. diantara perjalanan hidup saya ukhti saya sekarang sedang singgah sebentar di kampus yang bernama AMIK Al Ma’soem. banyak yang saya kenal dan banyak yang mengenal saya,t’masuk ukhti. sadar ataupun tidak sadar banyak yang telah saya sakiti dengan Lidah dan perbuatan saya. (Dalam kesempatan ini pula saya memohon maaf yg sebesar besarnya bagi pembaca semua yang pernah mengenal saya Demi Allah tolong Maafkan saya, sebentar lagi saya akan meninggalkan persinggahan ini untuk melanjutkan p’jalanan saya akan berat rasanya kalo dalam perjalan berikutnya saya memikul dosa yg saya bawa) buat ukhti syukron telah mengingatkan saya,,kalo saya juga mengenal seorang akhwat yang b’nama Sri Novi Fitriyani kalo ukhti mengenalnya tolong sampaikan p’mohonan maaf saya. Entah berapa sayatan yang pernah saya torehkan dihatinya,,,entah berapa luka yang membekas dihatinya akibat pedang(LIDAH)yang saya ucapkan,,,entah berapa rasa sesak yang tercipta dengan apa yang telah saya perbuat,,.”Ya Allah ampunkanlah segala dosanya dan memudahkan semua urusannya, Ya Allah berikanlah kelapangan dihatinya agar dia berkenan memaafkan saya..karna itulah jalan ya Allah supaya Engkau juga berkenan memaafkan kesalahan Hamba-Mu ini,,”

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Nyang Ngurus

YM Status

Yahoo Online Status Indicator

My Facebook


Sri Novi Fitriyani

My Twitter

  • RT @infowatir: Naha nu geus gawe ngeluh wae nya? Salah saha atuh beut gawe. Enakan jd pengangguran positif terus pikirannya :(My Twitter 1 year ago
  • Yeay, bisa tewiteran lagi. #lebayMode :DMy Twitter 1 year ago
  • Hp dua2nya lowbat, gak ada sinyal. Listrik mati dari jam 9. Bales orderannya terhambat. Maaf ya cust..My Twitter 2 years ago
  • RT @MotivaTweet: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maaflah dan rahmatilah kami… (A…My Twitter 2 years ago
  • RT @FaktaGoogle: Rasa cinta bs membangun emosi positif yg memberikn dorongan trhdp sistem kekebalan tubuh shg org lebih jarang sakit. [Carn…My Twitter 2 years ago

My Banner

Link Exchange

    <a href="https://srinovifitriyani.wordpress.com/" target="_blank"> <img border="0" alt="Srinovifitriyani" src="https://srinovifitriyani.files.wordpress.com/2009/04/banner_wordpress_novi.gif" height="150" alt="visit myblog"> </a>

Tulisan Teratas

Secret Admirer

  • 27,827 Korban

Visitor

free counters

%d blogger menyukai ini: